Selasa, 28 Oktober 2014

Konfigurasi alamat default gateway di Ubuntu Server/Desktop


Tahukah anda, jika setiap kita melakukan koneksi ke internet sedikitnya ada tiga parameter konfigurasi jaringan yang dibutuhkan:

1. Alamat IP (Statis atau Otomatis), yang digunakan pada komputer kita, karena mustahil apabila kita tidak memiliki alamat IP (dari konfigurasi manual atau dari konfigurasi otomatis oleh server DHCP).

2. Alamat IP Default Gateway, yang digunakan sebagai pintu gerbang untuk mengirimkan request ke website yang akan kita tuju(di luar jaringan di komputer kita) atau tempat keluar masuknya paket yang berasal dari komputer kita atau menuju komputer kita secara default.

3. Alamat NS (NameServer), yang digunakan untuk menerjemahkan alamat IP e huruf abjad, misalnya saja Google.com yang sebenarnya memiliki beberapa alamat IP yang salah satunya adalah 118.98.110.11. Bagaimana saya tahu? silakan anda buka aplikasi command prompt atau terminal, lalu ketikkan perintah nslookup google.com , dan pastikan anda sudah terhubung ke internet tentunya. Karena jika tidak, maka anda tidak akan bisa melihat jawaban dari pertanyaan di atas.

Berikut ilustrasinya:


Pada kasus ini saya misalkan, anda memakai laptop anda dan terhubung dengan modem Spe*dy untuk berinternet.



Kemudian pada tulisan ini, saya ingin menjelaskan bagaiman cara melakukan konfigurasi untuk menambahkan alamat gateway ke komputer Desktop/Server Ubuntu melalui aplikasi terminal. Kenapa melalui aplikasi terminal, karena lebih universal, dapat diaplikasikan ke versi Desktop ataupun ke versi Server. Sebagai catatan, alamat IP default gateway ini haruslah berada dalam lingkup satu jaringan dengan anda. Bagaimana saya tahu bahwa satu jaringan dengan alamat IP gateway atau tidak? Pertanyaan tersebut akan kita bahas nanti pada tulisan yang akan datang.

Berikut langkah-langkah konfigurasi alamat default  gateway di Ubuntu anda:
1. Silakan buka terminal anda, kemudian coba ketikkan perintah route -n [enter], apabila hasilnya seperti yang terlihat pada gambar di bawah:

maka anda perlu melakukan konfigurasi alamat IP terlebih dahulu. Untuk melakukan konfigurasi alamat IP, anda bisa melihat bagaimana caranya di tulisan saya yang berjudul "Cara Konfigurasi alamat IP di Ubuntu".
2. Saya asumsikan anda sudah melakukan konfigurasi alamat IP (192.168.2.101/24) coba ketikkan perintah route -n seperti nomer 1. Sehingga anda akan melihat hasilnya seperti yang terlihat pada gambar di bawah:


Anda harus tahu berapa alamat gateway untuk internet anda (misalnya saja alamat IP gateway anda adalah 192.168.2.20 dengan netmask 255.255.255.0), maka anda tinggal menjalankan perintah:
sudo ip route add default via 192.168.2.20

seperti yang terlihat pada gambar di bawah:



3. Lalu jalankan lagi perintah route -n anda akan melihat tampilan seperti di bawah:


Disitu anda dapat melihat pada baris di atas pada bagian destination, anda melihat angka 0.0.0.0 , kemudian di sebelahnya anda melihat kolom gateway dengan angka 192.168.2.20 di bawahnya, itu berarti segala paket yang menuju atau berasal dari jaringan di luar 192.168.2.0 misalnya internet, akan melewati alamat 192.168.2.20 sebagai pintu gerbangnya.

4. Akan tetapi, konfigurasi yang barusan kita lakukan di atas, sifatnya temporer, lalu bagaimana caranya agar permanen, dan agar kita tidak melakukan konfigurasi ulang setiap kali komputer kita restart? Anda bisa buka dan edit file di /etc/network/interfaces, lalu pada bagian bawah anda tambahkan konfigurasi gateway 192.168.0.20 seperti yang terlihat di bawah:

auto eth0
iface eth0 inet static
        address 192.168.2.101
        netmask 255.255.255.0
        network 192.168.2.0
        broadcast 192.168.2.255
menjadi
auto eth0
iface eth0 inet static
        address 192.168.2.101
        netmask 255.255.255.0
        network 192.168.2.0
        broadcast 192.168.2.255
        gateway 192.168.2.20

5. Simpan lalu coba anda restart komputer anda, maka konfigurasi alaat default gateway yang anda buat akan tetap tampil (permanen) dan anda tidak perlu melakukan konfigurasi ulang.

Jumat, 17 Oktober 2014

P2P jarak -/+ 5 km Menggunakan Ubiquity Nano Bridge M5





P2P jarak -/+ 5 km Menggunakan Ubiquity Nano Bridge M5





Pada hari rabu 17 september lalu, saya disuruh Pak Hamrul Sose Pemlik perusahaan Isp Infomedia makassar untuk pemasangan jaringan di tanjung bunga,letaknya di perumahan taman Orchard way. Jarak dari kantor ke tanjung itu sekitar -/+ 5 km dari kantor.
yang membuat saya bingung ketika alat pertama yang saya gunakan nano station m5 untuk pointing tidak bisa dapat sinyal dari kantor yang berada di perum Citraland bagian hertasning lama.mau tidak mau akhirnya saya coba sarankan saja ke kantor untuk menggunakan nano bridge m5 dengan spesifikasi jarak jauh yang lebih memadai.


 


Perbedaan mendasar antara nano station dan nano bridge terletak pada cara menerima dan melempar sinyal saja.nano station sangat cocok digunakan pada jarak yang tidak terlalu jauh tapi dengan ketika kondisinya antena goyang nano station tidak akan terpengaruh karna cara penerimaan sinyalnya melebar dan  lebih stabil ketika ada goncangan pada tiang antena atau ada angin kencang yang membuat antena goyang dan.sebaliknya dengan nano bridge, sangat baik digunakan untuk P2P jarak jauh dengan kondisi LOS atau tidak ada halangan tetapi penerimaan sinyal menjadi lemah ketika antena terkena goncangan karna sudut derajat dari jarak tembak nano bridge sangat kecil tetapi kemampuannya menenerima sinyal bisa sampai sekitar -/+ 15 kilometer atau bahkan lebih.